Twitter Facebook Delicious Digg Stumbleupon Favorites More

Saturday, July 8, 2017

Orang Pelit Dan Perhitungan, Ini Akibatnya...

Pelit dan terlalu perhitungan adalah tipe orang yang selalu dipinggirkan dan selamanya tidak akan memperoleh kebahagiaan.

Mengapa? Sebab dua tipe orang tersebut adalah orang-orang yang selalu dihindari masyarakat di sekitarnya, mereka yang hidup di sekeliling dua orang tersebut tidak akan membantu dan menlong keduanya ketika mendapat musibah dan kesulitan.


Dan ini kabar baik bagi Anda yang memiliki sifat murah hati, tidak pelit dan suka menolong. Menurut hasil survei yang dilakukan oleh Gallup World Poll, mulai dari tahun 2009 hingga 2016, didapatkan bahwa sifat murah hati, tidak pelit untuk memberi, dan penolong, mampu mendatangkan kebahagian dalam diri seseorang.

Jadi, mereka yang masuk dalam kategori orang pelit dan suka perhitungan, bisa jadi tidak pernah merasa bahagia dalam hidupnya.

Hasil jajak pendapat yang dikemukakan dalam American Psychological Association ini, melibatkan sekitar 312.382 responden.

Survei menyimpulkan adanya hubungan positif antara sifat memberi dengan perasaan bahagia dalam hati.

Hasil survei ini ditemukan pada 90% responden meski status dan latar belakang mereka saling berbeda jauh.

Kemudian, hasil serupa juga terlihat pada survei yang pernah diadakan oleh International Canada University.

Survei yang melibatkan kurang lebih 1750 orang tersebut, mengungkapkan bahwa para responden merasa lebih bahagia dan tentram hidupnya setelah mereka menolong dan memberi amal untuk orang lain.

Kesimpulannya, mereka yang rajin beramal mempunyai peluang tinggi untuk menjalani kehidupan dengan penuh kebahagiaan. Sebaliknya, mereka yang pelit dan perhitungan, bisa jadi hidup dalam keadaan tidak bahagia.
Share:

Demi Cantik Ala Korea, Wanita Ini Rela Bayar 79.2 Miliar, Lihat Penampilan Barunya


Kecantikan menjadi satu hal yang begitu diimpikan oleh wanita.

Untuk tampil luar biasa dan memikat lawan jenis, apa saja rela dilakukan termasuk mengubah bentuk wajah dan tubuh dengan jalan operasi plastik.

Walau ada beberapa kasus operasi plastik berjalan buruk, tapi tidak membuat ciut kaum hawa untuk melakukannya.

Termasuk yang dilakukan Jenny Dollita Dolana.

Ia begitu terobsesi untuk tampil cantik ala korea.

Bayangkan, demi mencapai ambisinya tersebut ia telah melakukan 15 kali operasi sejak tahun 1998 sampai 2017.

Mungkin predikat ratu operasi plastik cukup pas disandang gadis satu ini.

Betapa tidak, selama 15 kali operasi tersebut Jenny telah menggelontorkan uang sebanyak 79.2 miliar Won (mata uang Korea) dan 7 Juta Baht (mata uang Thailand).

Entah apa yang ada dibenak Jenny. Ia begitu terobsesi untuk tampil cantik ala korea. Bayangkan, demi mencapai ambisinya tersebut ia telah melakukan 15 kali operasi sejak tahun 1998 sampai 2017. Mungkin predikat ratu operasi plastik cukup pas disandang gadis satu ini. Betapa tidak, selama 15 kali operasi tersebut Jenny telah menggelontorkan uang sebanyak 79.2 miliar Won (mata uang Korea) dan 7 Juta Baht (mata uang Thailand). Entah apa yang ada dibenak Jenny.

Obsesinya seperti tak terbendung untuk merubah bentuk tubuhnya menjadi sempurnah. Padahal, wajahnya sebenarnya sudah cukup manis.

Meskipun memang usai melakukan operasi semua orang dibuat bengong melihat perubahannya. Ia seperti artis korea yang begitu imut. Namun bukan hal mudah bagi Jenny untuk melakukan semua pengorbanan tersebut. Ia memerlukan waktu seumur hidup untuk mengumpulkan uang dan melakukan idenya. Dan terbayar ketika melakukan operasi langsung ke Korea dimana sudah banyak terbukti sukses, hasilnya membuat banyak orang iri dengan perubahannya.

Ia melakukan operasi saat berusia 18 tahun dengan mengubah dagu, hidung, botox disuntikan, operasi tulang pipi, laser sedot lemak, alis diangkat dan memperbesar payudara.

Menurut Jenny paling penting sebelum mengambil langkah tersebut yakni keamanan.

"Pilih tempat terbaik. Walau lebih mahal karena keamanan nomor satu," ucap Jenny

Lihat Foto-fotonya

Operasi pertama

Obsesinya seperti tak terbendung untuk merubah bentuk tubuhnya menjadi sempurnah. Padahal, wajahnya sebenarnya sudah cukup manis. Meskipun memang usai melakukan operasi semua orang dibuat bengong melihat perubahannya. Ia seperti artis korea yang begitu imut. Namun bukan hal mudah bagi Jenny untuk melakukan semua pengorbanan tersebut. Ia memerlukan waktu seumur hidup untuk mengumpulkan uang dan melakukan idenya. Dan terbayar ketika melakukan operasi langsung ke Korea dimana sudah banyak terbukti sukses, hasilnya membuat banyak orang iri dengan perubahannya. Ia melakukan operasi saat berusia 18 tahun dengan mengubah dagu, hidung, botox disuntikan, operasi tulang pipi, laser sedot lemak, alis diangkat dan memperbesar payudara. Menurut Jenny paling penting sebelum mengambil langkah tersebut yakni keamanan. "Pilih tempat terbaik. Walau lebih mahal karena keamanan nomor satu," ucap Jenny Lihat Foto-fotonya Operasi pertama

Lihat perubahan Jenny

Share:

Layaknya Kerang Menghimpit Mutiara, Menggenggam Luka Ini Sampai Menghilangkan Entah Kapan


Pernahkah dirimu dicampakkan? Bagaimana rasanya? Mungkin inilah hal yang tepat untuk menggambarkan diri kita bahwa rasa sakit itu, meskipun sulit haruslah tetap kita genggam sendiri.

Untukmu yang mungkin pernah atau malah saat ini tengah merasakan sakit karena dicampakkan oleh orang yang engkau sayangi. Bersabarlah, dan ketahui bahwa dirimu bukan satu-satunya orang yang pernah berkorban kemudian dibalas dengan lemparan luka. Seperti pada kisah berikut ini, dimana ada seseorang yang ingin menjadikan kita semua lebih mengerti, bahwa cinta, sakit, luka dan kesadaran mempunyai korelasi tertentu.


Karena seperti inilah rasanya dicampakkan.

Kau berdiri di pojokan jalan, diabaikan seperti kulit pisang yang dibuang sembarang. Orang-orang berlalu–lalang di sekitarmu tanpa menyadari kau betul-betul ada. Tanpa tahu kau sungguh-sungguh nyata. Tak ada yang benar-benar peduli pada apapun penderitaannmu. Atau tumpahan airmatamu. Kau sudah berupaya memantaskan diri. Mendinginkan kepalamu. Melapangkan hatimu. Menarik ujung-ujung bibirmu. Tapi tak ada satu pun yang terjadi padamu. Kecuali, kau kebasahan di dalam hujan.

Dulu aku pikir aku takkan pernah dicampakkan.

Ya. Dulu.

Tetapi segala sesuatu selalu berbeda dari waktu ke waktu. Dan kali ini, hal yang tak pernah kubayangkan akan terjadi, akhirnya terjadi.

Aku menatap langit. Ini hujan atau air mata? Bukankah tadi langitnya biru? Aku ingin tahu mengapa kini begitu gulita.

Hujan itu terus menetes kian lama kian deras tanpa memperdulikan pertanyaanku. Baiklah, sekarang hujan pun ikut mencampakkanku. Aku tidak bisa berbuat apa-apa kecuali meringkuk menatap tanah menyesali semua yang terjadi.

Lama kelamaan, hujan yang kubenci ini seperti berteman denganku. Ia menyirami segala kesedihanku, menemani dengan kesejukannya yang menembus tulang.

Setelah merasa cukup kedinginan, aku beringsut berjalan menuju rumah. Aku menyusuri trotar dengan genangan kecil sembari merunduk bersama kesedihan dan lara.

Seorang sopir taksi, memelankan laju mobilnya tepat di sebelahku. Aku memandangnya sekilas, ia menawarkan untuk naik ke mobil.

Aku berpikir sejenak, aku sedang tidak mau naik taksi. Aku memberikan isyarat menolak ke arah sopir tersebut. Dan taksi itu melaju lagi meninggalkanku setelah sang sopir berusaha keras mengingatkanku bahwa hujan sedang deras-derasnya.

Aku ingin berjalan sampai rumah. Seorang wanita cantik yang memakai gaun indah berwarna marun lebih senang berjalan berhujanan menenteng hak tingginya dari pada naik sebuah taksi.

Aku sudah tidak peduli dengan semua yang memandangku dan menerka-nerka bahwa aku adalah seorang perempuan gila, frustasi atau stress. Ada juga yang menatapku penuh nafsu karena ia beranggapan bisa memanfaatkan kesempatan disaat keterpurukan seorang wanita.

Siapapun pria yang berani mendekatiku saat ini, akan langsung kutendang pada bagian kemaluannya dan meneriakinya maling, hingga ia jadi bulan-bulanan massa. Mata-mata jahil itu selalu memandangiku di sepangjang perjalanan, di setiap toko-toko, warung-warung atau tempat-tempat usaha lainnya di sepanjang perjalanan dekat trotoar.

Aku hanya melirik mereka sekilas, tetapi tidak ada yang berani mendekat hanya sebatas memandang dengan penuh sangka dan kira.

Aku juga merasa aman karena hujan yang lebat ini. Tidak ada yang rela berbasah-basahan hanya demi merayu seorang wanita yang lebih terlihat sedang depresi. Hujan ini memang benar-benar menjadi sahabatku sekarang.

Air mataku kembali menetes mengingat kejadian yang beberapa jam ini menimpaku. Derasnya air hujan yang menyapu segala anggota badan menyamarkan kesedihanku yang mendalam ini. Terima kasih hujan.

Aku mengingat-ingat ketika aku keluar dari rumah dengan menggunakan gaun marun yang ceria. Selain karena hari ini adalah hari minggu yang ceria, aku selalu mempercantik diri dan memoles setiap tubuhku sampai menelaah pakaian-pakaian yang aku kenakan ketika bertemu dengannya di setiap akhir pekan.

Ya. Hanya akhir pekan. Karena itulah aku selalu tampil spesial untuknya. Ia hanya mempunyai waktu senggang di akhir pekan, ia sibuk dengan perusahaan yang dipimpinnya.

Entah mengapa aku sangat mencintainya, rasa ini menusuk-nusukku bahkan beberapa jam setelah ia mengucapkan kalimat yang menyatakan, Ia sudah dijodohkan oleh orang tuanya dan dengan berat hati atau mau tidak mau, saya dan dia harus mengakhiri hubungan ini.

Aku sampai di rumah dengan mata sembab.

"Kenapa bisa sampai basah kuyup begini?" tanya ibu khawatir. Ia sempat memandang mataku yang terlihat mencurigakan.

"Iya, Bu. Aku kehujanan tadi.—Ya sudah, aku mau ganti baju dulu, Bu." Aku segera menghindar dari tatapan ibu yang menyelidik.

Sepanjang hari itu, aku lebih senang mengurung diri di kamar, menyenandungkan segala sedih dan sakit ini melaui ratapan menyayat hati. Memberi sedikit tarian tinju pada pembaringan penuh kekesalan dan penyesalan.

Beberapa hari bahkan bulan, rasa sakit ini, tidak jua hilang dari dada dan pikiranku, sedangkan orang yang aku cintai telah menghilang dengan kehidupannya yang baru.

Tahun telah berlalu namun rasa cinta ini kepadanya tidak pudar jua. Tuhan telah memberiku arti mendalam tentang cinta. Tentang cinta yang sulit untuk kuhapus dari angan-angan dan pikiran ini. Sekarang, aku harus menanggungnya dengan memendam nyala cinta itu dalam hati sebagai sebuah keikhlasan.

Dalam doaku, aku selalu merintih, "Ya Tuhan, aku serahkan apa yang telah Kau tanamkan ke dalam diri ini kepadaMu. Hanya Engkau pemilik segala cinta. Maka kuserahkan semuanya dengan hati yang ikhlas.

Segala impian dan cita-cita besar yang tak bisa kugapai aku kembalikan kepadaMu.

Seperti keikhlasanku menyerahkan diriku yang sekarang ini hanya kepadaMu.

Pada akhirnya semua akan kembali kepadaMu."

Seiring dengan berjalannya waktu dan pertemuan dengan teman-taman dan para sahabat baru membuat hawa kehidupan menjadi lebih segar. Aku melupakan tentangnya walaupun terkadang teringat sesekali. Wajar saja, setahun menjalin hubungan dengannya bukanlah waktu yang singkat menurut diriku yang tak pernah benar-benar mencintai orang lain secara serius. Dan ketika aku menemukannya, barulah saat itu aku menaruh hatiku di hatinya, yang entah ia bawa kemana sekarang.

Ketika perkuliahan telah libur semester, ponselku berdering pagi itu…

"Yana kamu dimana? Ini Bella."

Dari suaranya aku langsung mengetahui dia adalah Bella sahabatku waktu SMA.

"Kamu gak ke sini? Ayo dong! Kami udah menunggumu di rumah Abdi."

Aku tahu mereka sedang mengadakan acara reuni di rumah Abdi. Reuni kecil, hanya kami saja, para sahabat yang sangat akrab dulu sewaktu SMA. Mungkin sepuluh orang saja. Enam lelaki dan empat perempuan. Kami sangat-sangat akrab dulu semasa SMA.

Entah kenapa karena pertemuan yang intens, aku dan Abdi menjalin suatu hubungan. Aku cinta dengannya saat itu, tapi entah kenapa cinta itu sangat cepat sekali redup.

Abdi… dia adalah orang yang sangat sabar dalam menangani sikapku yang cepat marah dan ngambekan. Ia laki-laki yang teramat baik untukku, sangat sungkan sekali waktu itu ketika aku mengatakan kata pisah dengannya.

Tetapi, ia selalu menanggapi dengan baik apa keinginanku. Ia juga berpikir akan lebih baik jika kita bersahabat. Dengan bersahabat, tidak akan ada pertengkaran lagi di antara kami. Aku berpisah dengannya dan menjadi sahabat seperti sedia adanya.

Bella dan anak perempuan yang lain tetap memaksaku untuk datang, ia bahkan menyuruh Abdi berbicara langsung dan membujukku agar datang ke sini. Desakan mereka terlalu bertubi-tubi untuk orang-orang yang aku cintai. Aku tidak akan bisa menolak permintaan mereka, para sahabatku yang kucintai.

Aku datang ke rumah Abdi dan mereka langsung menyambut dengan ceria, terlebih para wanita yang langsung membuat seisi rumah gaduh.

Kami melakukan berbagai kegiatan di sana, berbincang tentang masa akhir perkuliahan, memasak bersama dan makan bersama.

Waktu itu, aku sedang menunggu para wanita yang baru saja shalat. Karena aku sudah mendahului mereka tadi. Ketika masuk waktu asar, aku langsung teringat untuk menyerahkan diriku kepada Sang Penguasa. Hanya Allahlah yang mampu mengobati luka seseorang.

Tidak jauh dari tempat shalat, aku melihat tumpukan buku. Berbagai macam buku yang sudah tak digunakan lagi. Agak berdebu. Setelah aku buka-buka… Itu adalah buku SMA Abdi dahulu. Kelihatannya ia tidak ingin membuang pelajaran SMA-nya.

Ketika aku beralih ke satu buku ke buku lainnya. Aku menemukan bacaan yang mengagetkanku. Itu adalah tulisan tangan Abdi.

" Karena Cintamu Berbeda

Ketika semua orang membicarakan tentangmu,

aku hanya tersenyum sambil berkata, 'itu dulu, dia milikku sekarang'.

Dear bulanku,

Mungkin ini adalah hal konyol yang pernah aku lakukan dalam hidupku namun aku tidak pernah menyesalinya.

Aku yakin hati tidak mungkin salah.

Kamu adalah orang yang mampu membuatku tersenyum di kala aku terluka.

Kamu dengan caramu melakukan itu.

Aku bukanlah tipe lelaki yang romantis namun,

aku adalah lelaki yang mampu menyampaikan segala perasaanku dengan sikap dan perhatian.

Sudah banyak hal yang kita lewati bersama.

Sudah banyak hal yang aku lewati untuk tetap ada di sampingmu.

Saat aku menyadari,

aku sangat mencintaimu dan ingin ada di sampingmu selamanya sampai Tuhan yang memisahkan kita.

Bulanku,

terima kasih untuk segala hal yang pernah terjadi dalam hidupku

Terima kasih untuk apa yang kamu lakukan untukku

Terimakasih untuk semua waktu yang telah kita lewati bersama

Bulanku,

Maaf karena telah mencintaimu berlebihan

Maaf karena aku selalu mengacaukan waktu bermainmu

Maaf karena aku selalu mengirim pesan tentang hal-hal konyol

Ingatkah saat kamu bilang setiap detik yang kita lewati begitu berharga?

Itu sangat membuatku menjadi lelaki paling kamu hargai dan inginkan.

Dan saat kamu bilang kamu mencintaiku karena kasihan, aku merasa aneh.

Namun aku mengerti, ini mungkin caramu.

Bulanku, yang perlu kau tahu adalah aku tidak pernah menyesal telah ada di sampingmu dan tak pernah terpikir olehku untuk pergi darimu.

Karena kamu adalah cahaya yang menyejukkan dalam hidupku.

Dari Lelakimu. "

Aku benar-benar, tidak tahu tentang perasaan Abdi yang sebenarnya kepadaku. Aku termenung, tanpa aku sadar, aku telah menyakiti orang yang benar-benar mencintaiku.


Dulu, dan Tuhan menunjukkan semua itu sekarang.

Mungkin aku adalah wanita yang masih ada di benaknya sampai sekarang.

Dan dibenakku, ada orang yang sangat aku cintai tetap melekat dan tak mau pergi dalam jangka waktu yang tidak kuketahui entah sampai kapan untuk bisa menghilangkannya.

Aku mengalami apa yang telah menimpa Abdi.

Dulu Abdi merasakan hal itu karena keisenganku dan sekarang Tuhan membalas sakitnya cinta tulus dan membara dengan menimpakan kejadian serupa kepadaku.

Cinta, sakit, luka dan kesadaran mempunyai korelasi tertentu.

(Ketegaran akan selalu bisa mengalahkan semua luka. Ya, dia mungkin hanya satu diantara banyak orang yang terluka, namun masih penuh dengan kekuatan untuk menyembuhkan hatinya.)
Share:

Hanya Karena Hal Sepele, Wanita yang Ngaku Istri Pejabat Ini Tega Tampar Petugas Bandara Manado


Mengaku sebagai istri pejabat, wanita ini malah tampar petugas bandara Sam Ratulangi? Apa penyebab sebenarnya ya?

Sungguh tak terduga, itulah hal yang dialami oleh pada wanita petugas Bandara Sam Ratulangi Manado, yang kena tampar seorang ibu-ibu, Rabu (5/7/2017). Bukannya apa, hanya saja berniat untuk membantu menyelesaikan masalah, malah perempuan satu tersebut yang kena tamparan.

Sebuah video yang direkam di Bandara Sam Ratulangi tersebut kini pun menjadi viral. Publik jadi geram, karena wanita itu dikabarkan sebagai seorang istri pejabat. Bisa-bisanya orang yang harusnya memberikan pedoman yang baik, malah bertindak seperti itu di tempat umum.

Kronologi sebenarnya, adalah seperti ini.

Berdasarkan rilis Kabid Humas Polda Sulut Kombes Ibrahim Tompo, kejadian itu bertempat di terminal keberangkatan tepatnya di bagian pemeriksaan X Rey / body Search. Saat itu, pelaku, yakni wanita berinisial JW (46), akan naik pesawat tujuan Jakarta.

Saat akan melewati gerbang x-ray, seorang petugas sekuriti bernama AM, menginstruksikan JW untuk mencopot jam tangannya. Pelaku yang tak terima, lalu memukul AM. Pukulan ini mengenai dada AM.

Nah, setelah itu Ew datang. Ia bermaksud melerai.

"Tapi pelaku memukul perempuan EW menggunakan tangan dan mengenai di bagian wajah sebelah kiri," ujar Ibrahim Tompo sebagaimana dikutip dari Tribun Manado.

Polisi pun akhirnya mengusut kasus ini dalam ranah hukum.

Insiden ini dianggap sebagai pelecehan terhadap institusiAviation Security yang sedang melaksanakan tugas di area kerja atas dasar perintah Undang-undang No. 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, selain pelanggran KUHP.

Info yang beredar, kejadian itu saat ini tengah ditangani oleh KP3U untuk dibuatkan Laporan Kejadian, selanjutnya akan di BAP. Korban sudah menjalani visum.
Share:

Cari Artikel Di Sini.

Advertice

loading...

Recent

Kitab AlHikam

WebAris.Id

Copyright © Irsyah Putra
Author by Healthy Life | Support by WebAris.Id